English French Spain Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified

17 Maret 2014

Kemacetan di Jalan depan PT Bessco Indonesia Karawang

CIKAMPEK, Kemacetan di Jalan Raya Purwasari, tepatnya di depan PT Bessco Indonesia, masih dikeluhkan bagi sejumlah pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat. Pasalnya, kemacetan itu disebabkan oleh para supir angkutan perkotaan (angkot) yang parkir sembarangan, sehingga menghabiskan separuh badan jalan. Keadaan semakin bertambah pelik tatkala tidak ada petugas lalu-lintas di lapangan.
Nanang, Kasi Dalops dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupetan Karawang mengakui, bahwa ia masih kekurangan personil untuk mentertibkan lalu lintas di titik-titik rawan macet. “Saya akui ada kelemahan, karena untuk menuntaskan kemacetan yang berada di depan PT Bessco Indonesia itu harus ada petugas yang standby. Ditambah, kemacetan itu tidak terjadi di satu titik saja. Karena saya sadar banyak sekali pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Insya Allah, kita akan terus berupaya mengurai kemacetan yang ada di Karawang,” ungkapnya.
Ia mengaku kerap menerjunkan anggotanya untuk melakukan gatur di depan PT Beesco. Namun kegiatan itu dirasa tidak cukup, karena masih berupa insidental semata. Kedepan, jumlah personil dalops perlu ditingkatkan lagi untuk menambah daya dukung kegiatan operasional yang ada. Sehingga, bisa lebih memaksimalkan kinerja institusi. "Selama ini juga sering kok ada petugas disana, tapi tidak bisa setiap waktu karena jumlah petugas kami juga terbatas," tandasnya.
Nanang juga meminta kepada intansi-intansi terkait, untuk turut membantu dan turun tangan dalam penuntasan kemacetan yang ada di Karawang, khususnya kemacetan yang sering terjadi di depan PT Bessco Indonesia itu. Pasalnya 46 angota dalops dari Dishubkominfo yang di bagi dua, meliputi wilayah Barat dan Timur masih belum bisa untuk mengatasi kemacetan yang menjengkelkan pengguna jalan. “Pemantauan lalu lintas, seperti pagi dan sore hari. Sudah anggota kami lakukan, saya juga sudah melakukan pendekatan terhadap pelaku-pelaku yang dianggap menyebabkan kemacetan. Maksud saya, jangan dishub aja yang bergerak. Polisi lalu lintasnya juga harus, dishub petugasnya kan terbatas, coba pihak-pihak yang terkaitnya juga turun tangan. Kalau polisi lalu lintas kan banyak personilnya,” terangnya.


Cerita lainnya :