English French Spain Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Purwakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purwakarta. Tampilkan semua postingan

01 Juli 2014

PPP Konsolidasi, Optimis Prabowo - Hatta Menang

PURWAKARTA, SK - Ratusan kader dan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Purwakarta menggelar Temu Akbar dan Konsolidasi untuk memenangkan Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 1 Prabowo - Hatta, di Aula Hotel Intan, Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Sindang Kasih, Kecamatan Purwakarta.

Mereka berkumpul menentukan strategi dan manuver politik untuk menarik simpati dan memenangkan Prabowo - Hatta di Purwakarta. Partai berlambangkan ka'bah tersebut merupakan salah satu partai koalisi yang wajib memenangkan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut satu tersebut.
"Semuanya kita undang, mulai dari Anggota Majelis, pengurus PPP Kabupaten dan seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) di 17 Kecamatan yang ada di Purwakarta. Selain itu kita juga mendatangkan simpatisan PPP Purwakarta, untuk menggiring suara dan memilih Prabowo - Hatta pada 9 Juli nanti mendatang," ungkap Ketua DPC PPP Purwakarta, Zaenal Arifin.
Arifin meyakini jika masyaSKt Purwakarta sebagian besar akan memilih pasangan Capres dan cawapres nomor urut satu. Karena berbagai macam persiapan dan strategi pemenangan sudah dilaksanakan secara maksimal. Termasuk dengan banyak dibentuknya relawan-relawan yang antusias mendukung pasangan nomor urut satu tersebut. "Dengan upaya yang dilakukan oleh Tim Pemenangan, upaya parpol pendukung dan relawan, saya yakin Prabowo - Hatta akan menang di Puwakarta," jelasnya.
Ia menambahkan, sejauh ini partainya sudah melakukan konsolidasi disemua tingkatan. Bagi pengurus PPP tingkat Desa, Kecamatan sampai pengurus tingkat Kabupaten untuk mengarahkan kekuatan dan melakukan konsolidasi memenangkan Capres dan Cawapres tersebut. Sebagai mana amanah partai dari tingkat pusat. "Kita sangat berharap Pasangan Prabowo - Hatta akan menang di Purwakarta. Dan hal itu sudah disiapkan. Mudah-mudahan saja semuanya berjalan lancar, tanpa ada hambatan," pungkasnya. (awk)
Baca SelengkapnyaPPP Konsolidasi, Optimis Prabowo - Hatta Menang

Perang Opini Jelang Pilpres Makin Kentara

PURWAKARTA,SK- Perang opini melalui tablodi jelang Pilpres 9 Juli mendatang tak bisa dielakkan. Pasangan capres cawapres nomor urut 2, Jokowi-JK sebelumnya sempat direpotkan oleh beredarnya tabloid Obor Rakyat yang didalamnya berisi fitnah terhadap pasangan capres-cawapres yang diusung PDIP Cs ini, kini membuat tabloid tandingan tabloid Obor Rahmatan Lil'alamin.
Jokowi, termasuk Jusuf Kalla dan tim sukses bahkan sempat dibuat sibuk dengan kasus ini. Mereka bahkan selalu berupaya menyelipkan klarifikasi dalam setiap kampanye yang dilakukan. Tujuannya agar isu dan opini yang berkembang di masyaSKt dampak obor rakyat dapat dinetralisir. "Berbagai cara ditempuh pihak lawan untuk menjatuhkan Jokowi, termasuk dengan menyebarkan obor rakyat ini. Tapi kami yakin, masyaSKt sudah semakin cerdas. Artinya mereka tak lagi mudah digiring opininya, apalagi opini sesat dan fitnah," beber Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri saat berkampanye di lapangan terbuka Situ Buleud Purwakarta, belum lama ini.
Meski begitu, lanjut Megawati, agar kompetisi ini berlangsung sehat, putri Bung Karno ini menantang pihak lawan untuk bermain sehat, alias fairplay. Tidak melakukan kampanye hitam, apalagi intimidasi. Menurutnya, dua sikap ini sejatinya sudah tidak digunakan lagi sekarang ini. Sebab jika masih dianut sama halnya dengan kemunduran demokrasi. "Kalau pihak lain mengeluarkan Obor Rakyat, kita keluarkan Obor Rahmatan Lil'alamin," ujar Megawati.
Bedanya, jika Obor Rakyat cenderung berisi berita bohong dan fitnah, maka Obor Rahmatan Lil'alamin justru berisi berita yang bukan saja sehat, tapi juga inspiratif. Pembaca dimanjakan hatinya dengan tausiah para tokoh ulama dan masyaSKt. Sesuai namanya, Obor ini dimaksudkan untuk menjadi alat terang bagi masyaSKt. Terlebih menyangkut siapa figur capres yang layak diusung dan didukung pada 9 Juli nanti. "Opini harus dibayar dengan opini. Beda halnya dengan intimidasi. Tak perlu kita lakukan intimidasi lagi, cukup laporkan ke polisi. Ini lho pak yang suka intimidasi," jelas Megawati.
Belakangan diketahui, Obor Rahmatan Lil'alami diterbitkan oleh Padepokan Demi Indonesia. Mereka yang tergabung didalamnya adalah relawan Dahlan Iskan, bos Jawa Pos Group. Tabloid ini diterbitkan untuk membendung opini negatif yang ditimbulkan Tabloid Obor Rakyat. (nos)
Baca SelengkapnyaPerang Opini Jelang Pilpres Makin Kentara

Siswa Polisikan 5 Guru Madrasah Aliyah

- Diduga Lakukan Penganiayaan

PURWAKARTA,SK- Tak terima dianiaya, siswa Madrasah Aliyah (MA) di Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Anjas Maulana melaporkan 5 orang guru berikut satu orang seniornya ke Mapolres Purwakarta. Kelima orang guru tersebut adalah HR, ISM, APW, BSS, MNIH.
Kuasa hukum korban, Marison Simarmata SH mengatakan, korban melapor ke Polres Purwakarta lantaran tak terima tindakan para guru serta satu orang seniornya, KZ di sekolah tempat korban menuntut ilmu. Dimana korban diduga telah dianiaya hingga gendang telinganya nyaris pecah. Kondisi ini berimbas pada kualitas pendengaran korban yang terganggu. Korban kadang bisa mendengar dan kadang tidak. Hal ini dikuatkan hasil visum yang menyatakan bahwa gangguan pendengaran korban disebabkan adanya benturan benda tumpul di sekitar telinga. "Untuk memastikan, kita sudah laporkan kasus ini ke Polisi. Beberapa orang terlapor dan saksi bahkan sudah dipanggil dan dimintai keterangan," ujar Marison, Senin (30/6).
Marison bercerita, kejadian penganiayaan ini sebenarnya sudah cukup lama, persisnya terjadi pertengahan Mei 2014. Korban yang tercatat sebagai anggota kelompok pecinta alam Ikatan Orang Natural (ION) kala itu bermaksud mengundurkan diri dari organisasi tersebut. Hal ini disebabkan sejumlah persoalan. Begitu mengutaSKn niatnya, korban bukannya mendapat respon positif, sebaliknya malah dicibir. Lebih dari itu, korban bahkan diduga mendapat tindak penganiayaan dari senior serta bebeberapa orang gurunya. "Ini sangat memprihatinkan," tukas Marison Simarmata.
Orang tua korban, Dede Maulana dan Sondang Mangatur Aritonang meminta pihak Polres Purwakarta, khususnya penyidik segera menuntaskan laporan yang telah dimasukan ke lembaga penegak hukum ini. Ia pun mendesak polisi segera menahan para tersangka yang sampai sekarang masih berkeliaran. "Kami ingin hukum ditegakan," desak Dede. (nos)
Baca SelengkapnyaSiswa Polisikan 5 Guru Madrasah Aliyah

27 Juni 2014

Tertibkan Parkir Liar di Sadang

PURWAKARTA, SK - Polisi didesak agar menertibkan parkir liar angkutan umum di sekitar perempatan Sadang, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari. Tak jarang akibat parkir liar angkutan umum berbagai jurusan di Purwakarta, mengakibatkan antrean kendaraan baik dari arah Bungursari menuju kota Purwakarta atau sebaliknya.

Kondisi paling parah terutama terjadi sore hari, saat karyawan PT. Dada bubaran kerja. Hal tersebut memperparah kemacetan kendaraan dari dua arah tersebut. "Angkotnya mengetem dimana saja dan tidak teratur. Jadi pasti macet, apalagi mereka (sopir angkot, red) pasti ingin muatannya penuh jadi ngetemnya persis di depan pintu keluar karyawan Dada. Padahal itukan perempatan jalan, pasti mengganggu kendaraan lain," ungkap Didin, pengendara motor yang melintas di perempatan Sadang.
Ia menjelaskan, antrian kendaraan selalu terjadi setiap harinya, terutama menjelang magrib. Saat ribuan karyawan PT. Dada bubar. Namun hal tersebut tidak pernah disikapi secara serius, sehingga terus berulang-ulang terjadi. "Memang suka ada petugas polisi yang mengatur kendaraan, tapikan masalahnya bukan itu. Tertibkan angkotnya, jangan ngetem di sembarang tempat. Kalau tertib saya yakin nggak bakalan macet seperti ini," paparnya.
Hal senada dikatakan Imas Nurjanah (26) warga Desa Cibening, Kecamatan Bungursari. Ia menyarankan agar petugas kepolisian menindak tegas pelaku aksi parkir liar yang kerap menyebabkan kemacetan yang terjadi setiap sore hari. Sehingga kedepan tidak lagi terjadi kemacetan kendaraan yang mengganggu kenyamanan kendaraan. "Polisi harus tegas, supaya angkotnya tidak parkir di sembarang tempat biar tidak macet," singkatnya.
Bila perlu mencontoh seperti yang dilakukan pemerintah Jakarta untuk menciptakan efek jera para pelaku parkir liar, tanpa terkecuali. Dijakarta petugas bersikap keras dengan mencabut pentil kendaraan yang parkir liar. Meski awalnya melahirkan sikap pro dan kontra karena belum didukung payung hukum, namun tindak tegas itu tetap diberlakukan. (awk)
Baca SelengkapnyaTertibkan Parkir Liar di Sadang

26 Juni 2014

Warga Plered Dihimbau Tingkatkan Kewaspadaan

PURWAKARTA, SK - Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Purwakarta menghimbau agar masyaSKt termasuk yang berada di wilayah Plered agar meningkatkan kewaspadaan menjelang bulan suci ramadan. Hal itu menyusul kekhawatiran akan meningkatnya aksi kejahatan selama bulan suci ramadan.

Kapolres Polres Purwakarta, AKBP Selamet Hariyadi mengatakan itu, kemarin. Kebutuhan masyaSKt akan meningkat saat menjelang bulan suci ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Sehingga prediksi tingkat kriminalitas pencurian pun akan meningkat. "Targetnya adalah jenis barang-barang yang mudah dijual. Baik barang elektronik atau jenis barang-barang lainnya," ungkap Selamet kepada Radar Purwakarta.
Adapun target sasaran yang dimungkinkan menjadi sasaran pencurian lanjut Dia, yakni kawasan Perumahan-perumahan yang sering ditinggal pemiliknya. Serta rumah-rumah mewah yang berlokasi jauh dengan pemukiman warga pada umumnya. "Tingkatkan kewaspadaan, barang-barang simpan di tempat yang dianggap aman. Jangan lupa mengunci pintu dan jendela rumah, itu untuk meminimalisir tindak pencurian," paparnya.
Ia mengaku, sampai H-9 jajarannya akan terus meningkatkan kesiagaan pasukan, baik dengan meningkatkan patroli atau sambang Desa untuk menyarankan agar masyaSKt lebih waspada. "Patroli keamanan terus kita tingkatkan, tapi itu juga harus dibarengi dengan antisipasi yang dilakukan oleh masyaSKt," paparnya.
Pihaknya menambahkan, masyaSKt harus lebih meningkatkan ronda malam dan mengkatifkan siskamling di masing-masing daerahnya. Karena keamanan merupakan tanggung jawab yang harus dilakukan, agar bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. "Kedepan, masyaSKt harus lebih meningkatkan keaktifan siskamling. Ronda malam harus dilaksanakan lebih maksimal, untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan buruk menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Idul Firti," pungkasnya. (awk)







Baca SelengkapnyaWarga Plered Dihimbau Tingkatkan Kewaspadaan

25 Juni 2014

Antisipasi El Nino, PJT II Siapkan Air Cadangan

JATILUHUR, SK - Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur akan menampung air sebanyak-banyaknya di waduk Ir. H. Juanda. Hal tersebut untuk mengantisipasi datangnya El Nino yang diperkiSKn akan berdampak pada musim tanam 2015 mendatang di Purwakarta.

Direktur Utama PJT II Jatiluhur, Herman Idrus menjelaskan, menurut prediksi para ahli Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Nino akan datang ke Indonesia sekitar Juli mendatang. Hal ini akan berdampak pada musim tanam rendeng 2015. "Semua pihak harus mengantisipasi sejak dini terhadap prediksi kedatangan El Nino. Sehingga, bukan kami saja sebagai pengelola air. Tapi PJT sendiri akan menampung air sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan air di hilir selama El Nino berlangsung," kata Herman.
Herman menjelaskan, untuk sementara stok air di waduk Jatiluhur masih dianggap aman dengan tinggi muka air (TMA) 106. Namun, perusahaannya akan terus menampung air sebanyak-banyaknya. Sehingga, pada pelaksanaan El Nino TMA tidak menyentuh anggka di bawah 100 mdpl. "Selain menabung air dari sekarang mumpung masih ada hujan pada Juni ini, kami juga mengurangi air keluar dari waduk,  Karena, di hilir suplai air tidak terfokus pada Jatiluhur saja. Melainkan, masih bisa mengambil dari sumber-sumber lain," ungkapnya.
Dia memastikan, stok air untuk irigasi pertanian di daerah hilir waduk masih dianggap aman sampai akhir tahun mendatang. Tapi, sesuai prediksi para ahli bahwa El Nino akan terjadi dari Juli sampai waktu yang tidak ditentukan. "Untuk irigasi, perusahaan kami bertanggung jawab terhadap 233 ribu hektare areal pertanian yang tersebar di lima kabupaten/kota. Kami pun berjanji, akan terus mengupayakan suplai air untuk musim tanam rendeng 2015 nanti di areal pertanian yang menjadi tanggung jawab kami,"pungkasnya. (awk)
Baca SelengkapnyaAntisipasi El Nino, PJT II Siapkan Air Cadangan

Situ Buleud Direvitalisasi

*Air Mancur Semegah Singapura dan Wisata Bawah Tanah Disiapkan

PURWAKARTA, SK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta kembali membenahi kawasan wisata Situ Buleud di Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta. Setelah sebelumnya memagar seluruh pinggiran Situ Buleud, kali ini pemerintah berencana memasang air mancur yang diperkiSKn akan menghabiskan biaya hingga mencapai 25 Miliar rupiah.

Kepala Dinas Kebersihan dan Peramanan (DKP) Purwakarta Ruslan Subanda mengatakan, air mancur akan dibangun dengan skala besar. Akan disamakan dengan air mancur yang ada di Negara Singapura. �Jadi kedepan warga Purwakarta tidak usah jauh-jauh berwisata keluar negeri untuk melihat air mancur, karena disini sudah akan disiapkan,� ungkap Ruslan.
Sekitar Situ Buled lanjut Dia, juga akan dibangun taman-taman dan ruang kesenian yang akan dibuat dibawah tanah di sekitar Situ Buleud. Hal itu untuk menata kawasan wisata dan perbaikan infrastruktur pada tahun 2014 di lokasi tersebut. "Sudah disiapkan, pemerintah tahun ini akan membangun kawasan wisata atau ruang kesenian bawah tanah senilai Rp 24 miliar," paparnya.
Ia melanjutkan, sebagai persiapan, Situ Buleud saat ini sudah mulai dikeringkan. Adapun untuk ikannya, sementara sudah dialihkan ke tempat penampungan sementara yang ada di Kecamatan Wanayasa dan Sukatani. �Ini dilakukan untuk menata kawasan wisata agar lebih nyaman dan Purwakarta jadi kota wisata,� jelasnya. 
Pihaknya berharap, Situ Buleud yang dijadikan icon Purwakarta dengan anggaran Rp 49 miliar tersebut di harapkan mampu mendompleng Purwakarta sebagai kota wisata dan akan banyak dikunjungi masyaSKt. �Ini sebagai bukti visi dan misi Kabupaten Purwakarta Istimewa," tutupnya.
Perihal akan adanya air mancur raksasa di situ buleud ini sebelumnya sudah diwacanakan pemerintah Purwakarta. Selain akan dipasangi sinar laser, air mancur yang satu ini diklaim tak kalah bagus dari air mancur yang ada di Singapura. "Tak lama lagi (Situ Buleud) kita akan segera pasang air mancur seperti di Singapura, pakai sinar laser," ungkap Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, saat menghadiri acara Pesta Rakyat Simpedes, di Situ Buleud, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penataan taman publik yang saat ini sedang digalakan di Purwakarta. Tak hanya Situ Buleud, Situ Wanayasa, Alun-alun, Gedung Kembar dan sejumlah tempat lain bahkan diketahui telah ditata lebih dulu. Dengan begitu, diharapkan Purwakarta kedepan tak hanya menjadi tempat yang indah dan tertata, lebih dari itu dapat menjadi tempat tujuan orang luar daerah berkunjung. Purwakarta menjadi area wisata. "Ini juga upaya kita agar orang Purwakarta tak mesti jauh-jauh ke luar negeri kalau sekadar untuk melihat air mancur, dan pemandangan indah lainnya. Cukup ke Situ Buleud saja," seloroh bupati. (awk)
Baca SelengkapnyaSitu Buleud Direvitalisasi

16 Juni 2014

Polres Purwakaarta Perketat Awasi Petasan

PURWAKARTA, SK - Polres Purwakarta saat ini mempergencar razia disejumlah titik yang dianggap rawan tindak kejahatan dan penyakit masyaSKt. Hal itu dilakukan untuk mencegah tindak kejahatan dan mengantisipasi penyakit yang meresahkan masyaSKt menjelang pelaksanaan bulan suci ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.

Kapolres Purwakarta, AKBP Selamet Hariyadi mengaku, untuk melakukan pengamanan di wilayah hukum Polres Purwakarta, pihaknya melaksanakan sejumlah kegiatan untuk mengantisipasi tindakan kejahatan dan penyakit yang meresahkan masyaSKt. "Kita tingkatkan razia miras baik gabungan dengan Satpol PP dan TNI atau yang dilakukan jajaran kepolisian saja. Razia penyakit masyaSKt juga kita tingkatkan baik terhadap PSK maupun perjudian yang ada di Purwakarta," ungkap Selamet kepada Radar Purwakarta.
Ia mengaku, antisipasi terhadap mercon atau petasan juga dilakukan, dengan menempatkan petugas sejumlah perbatasan Purwakarta. Baik mercon yang didatangkan dari Sukabumi atau Indramayu. "Pemesanan mercon itu dimungkinkan dilakukan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan puasa, dan ditimbun dulu. Untuk itu kita juga razia untuk mencegah peredaran mercon di Purwakarta," paparnnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan antisipasi tindak kejahatan dan penyakit masyaSKt yang dinamai operasi cipta kondisi tersebut akan dilaksanakan hingga H-9 menjelang pelaksanaan Idul Fitri. Hal itu dilakukan untuk memastikan umat islam yang menjalankan ibadah puasa tidak terganggu. "Kedepan, masyaSKt Purwakarta harus saling menghormati dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama. Yang tidak melaksanakan ibadah puasa menghormati yang menjalankan puasa, sebaliknya umat islam yang melaksanakan ibadah puasa juga menghormati umat non islam yang tidak puasa," pungkasnya. (awk)
Baca SelengkapnyaPolres Purwakaarta Perketat Awasi Petasan

14 Juni 2014

KPU Siapkan TPS di Lapas

- 424 Pemilih Dipastikan Mencoblos

PURWAKARTA,SK- Sebanyak 424 pemilih dipastikan mencoblos di Lembaga PemasyaSKtan (Lapas) Purwakarta pada Pilpres 9 Juli mendatang. Ini menyusul kebijakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta mendirikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lembaga pembinaan masyaSKt bermasalah hukum ini.
"Ada 424 pemilih tercatat di Lapas Purwakarta," kata anggota komisioner KPU Purwakarta, Ramlan Maulana, Kamis (12/6).
Mengakomodir hal itu, lanjut Ramlan, KPU akan membuatkan TPS di lembaga yang beralamat di Jalan Kusumaatmadja ini . Ini dimaksudkan agar para anggota binaan ini mudah dan leluasa menggunakan hak pilihnya. "Ada nanti 1 TPS di lapas," tukas Ramlan.
Ikhwal kemungkinan bertambah dan berkurangnya jumlah pemilih di lapas, Ramlan tak menampik. Meski begitu, KPU terlebih dulu akan memastikan apakah yang bersangkutan sudah terdaftar atau belum di tempat sebelumnya. Jika sudah apalagi masih satu wilayah, hanya tinggal dibuatkan form mencoblos di TPS lain saja.
"Kalau di tempat lain sudah terdaftar, nanti tinggal dimasukan dalam daftar pemilih pindahan," ujar Ramlan.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purwakarta menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2014 di Purwakarta berjumlah 647.226 orang. Angka ini lebih lebih kecil dibanding jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Sementara Hasil Perubahan (DPSHP) Pilpres yang sebelumnya telah lebih dulu dirilis KPU. Dalam DPSHP, jumlah pemilih sebanyak 649.911 orang. "DPT Pilpres berjumlah 647.226 orang atau ada pengurangan 2.685 orang dari DPSHP," ujar Ketua KPU Purwakarta, Deni Ahmad Haidar.
Berkurangnya jumlah pemilih dalam DPT, terang Deni disebabkan sejumlah alasan. Dua diantaranya lantaran ada pemilih yang berpindah domisili ke luar daerah atau dikarenakan meninggal dunia. Atas alasan tersebut, nama mereka kemudian dihilangkan dalam daftar pemilih pilpres. "Alasan lainnya karena pemilih berpindah status dari sipil ke militer atau ditemukan adanya data pemilih ganda. DPT ini kan hasil validasi dari DPSHP," tegas Deni.
Sementara jika ada masyaSKt yang belum masuk namanya dalam DPT, Deni menyarankan yang bersangkutan agar segera melapor ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa. Sehingga nanti namanya bisa segera dimasukan dalam Daftar Pemilih Khusus. "Bagi mereka yang belum terdaftar silahkan segera melapor ke PPS. Tentu sesuai domisili agar pada waktunya nanti bisa menggunakan hak pilih," ujar Deni.
Tak hanya jumlah pemilih, tambah Deni, pengurangan juga terjadi dalam jumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara). Jika saat Pileg 9 April lalu, TPS yang digunakan berjumlah 1630 titik, sekarang berkurang menjadi 1.408. Ini disebabkan adanya penambahan batas maksimum pemilih di tiap TPS. "Di Pileg maksimal pemilih di tiap TPS 500 orang. Sekarang naik jadi 800 orang," tutup Deni. (nos)
Baca SelengkapnyaKPU Siapkan TPS di Lapas