English French Spain Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Dengklok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dengklok. Tampilkan semua postingan

18 Juli 2014

Pukat Harimau Masih Digunakan di Perairan Cemarajaya

CIBUAYA,Suara Karawang- Beroperasinya kapal yang menggunakan pukat harimau jelas menjadi persoalan serius yang melanda nelayan di Cemarajaya. Beberapa diantaranya bahkan secara terang-terangan berani masuk ke wilayah perairan Karawang. Instansi terkait dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan maupun Polairut, diminta tak tutup mata dan segera bertindak mengingat kegiatan mereka berpotensi merusak ekosistem dan memberangus keberadaan ikan.
Hal ini diungkapkan, Ottong, salah satu nelayan yang menyesalkan masih adanya kapal pukat harimau di wilayahnya. "Belum lama ini ada beberapa nelayan asal Subang yang tertangkap karena menggunakan alat tangkap pukat harimau. Kejadian seperti itu sering kali terjadi, namun anehnya tidak ada sanksi yang diberikan kepada mereka," kata dia.
Karenanya, dia menyimpulkan, bahwa jika tidak ada ketegasan dari instansi terkait ataupun aparat hukum, maka semakin banyak kapal-kapal terlarang itu beroperasi dan menangkap ikan di laut Karawang. "Jadi kalau tidak ada upaya serius, maka mereka bakal semakin keranjingan datang kemari dan merusak ekosistem di laut. Dia yang untung, kita yang rugi," ketusnya. Pukat harimau sendiri merupakan alat tangkap ikan yang dilarang digunakan oleh nelayan karena dapat menyebabkan kerusakan ekosistem serta biota laut.
Sementara itu pemerhati lingkungan laut dan pesisir, Nana, menyatakan bahwa dirinya sempat mendapat informasi banyaknya kapal pengguna pukat harimau yang berkeliaran di laut Karawang. "Sempat ada bukti visualnya juga, namun kenapa sampai sekarang, baik itu DKP maupun Polairut, terkesan membiarkan aktivitas itu terjadi. Mereka tidak tahu atau tidak mau tahu, saya kurang ngerti. Namun yang jelas, setiap pelanggaran hukum harus ditindas, agar mereka tidak semakin menjadi-jadi,"pinta dia. (fah)
Baca SelengkapnyaPukat Harimau Masih Digunakan di Perairan Cemarajaya

Petani Cilebar Ramai-ramai Jual Sawah

- Harga Mencapai Rp 700 Juta per Hektare

CILEBAR,Suara Karawang- Rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya ternyata membawa dampak signifikan terhadap nilai jual beli tanah di Kecamatan Cilebar. Ini bisa dilihat dari tingginya harga tanah di pesisir utara Karawang. Melihat fenomena ini pun, banyak petani yang menjual sebagian sawahnya kepada para spekulan.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, harga sawah di pesisir utara yang sebelumnya Rp 200 juta-300juta per hektare, kini meroket 200 persen hingga menyentuh angka Rp 500-700 juta per hektare. Rencana pelabuhan yang berada di Desa Cilamaya Wetan berdampak kepada daerah penyangga guna mendukung sarana prasarana pendukung pelabuhan seperti areal peti kemas.
Kepala Desa Ciptamargi, Uyat kepada awak media menyatakan, bahwa petani di Cilebar, khususnya yang berdekatan dengan arean pelabuhan berbondong-bondong menjual tanah sawah mereka kepada tuan tanah atau spekulan. "Mereka beramai-ramai menjual sawah mereka kepada orang Jakarta yang mayoritas pengusaha. Sebab tanah mereka kebanyakan memang sudah tidak produktif lagi untuk ditanam," tandasnya.
Dikatakan dia, Kecamatan Cilebar sendiri akan menjadi areal paling terdampak dari pembangunan bandar pelabuhan yang menurut rencana bakal mulai dibangun 2015 mendatang. Menurut kabar yang beredar, Cilebar akan dijadikan lokasi penyangga pelabuhan. "Katanya bakal dijadikan kota penyangga. Makanya ini akan membuat lahan tambak di wilayah ini menjadi incaran para pengusaha. Lagian siapa juga yang tidak mau tanahnya ditawar hingga 2-3 kali lipat dari harga normal," kata dia lagi.
Hal senada pun disampaikan Agus, warga yang memiliki sawah. Ia membenarkan bahwa banyak spekulan yang menawar sawahnya tinggi-tinggi. "Tanah saya hanya satu hektar, tapi sudah ada yang berani nawar Rp 400juta. Siapa yang tidak mau sih, lagian tanah saya juga sudah sering banget kena hama ketika ditanami padi," tutur dia.
Saat ditanya apa profesi yang akan dijalani jika kelak tanahnya dijual. Ia mengaku akan menjadi nelayan. "Kalau dijual, saya akan mencari kerjaan lain bisa buka warung sembako ataupun nelayan," tutup Agus.(fah)
Baca SelengkapnyaPetani Cilebar Ramai-ramai Jual Sawah

Terminal Dengklok Berubah Jadi Pasar

RENGASDENGKLOK,Suara Karawang- Terminal Rengasdengklok yang sejatinya diperuntukan bagi tempat datang dan perginya transportasi umum, justru kini berubah wajah dan berganti menjadi pasar kaget. Para pedagang mengaku senang dan gembira sebab keuntungan yang didapat naik berlipat-lipat. Namun disisi yang lain, kegiatan itu jelas salah peruntukkannya. Camat Rengasdengklok pun angkat tangan seraya menyebut bahwa itu merupakan tanggungjawab Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika.
Kemunculan pasar dadakan ini jelas membawa dampak positif bagi pedagang sekitar. Namun, bagi pedagang yang sudah menetap di pasar tradisional jelas menjadi soal. Asep misalnya, penjaja pakaian ini, mengaku mengalami penurunan omzet sejak pasar dadakan ada di Terminal Rengasdengklok. "Tentu saja, karena dengan demikian pembeli banyak yang datang kesana, karena lokasinya enak dan strategis dipinggir jalan. Keadaan ini membuat pedagang di pasar tradisional seperti kami mengalami penurunan omzet," kata dia mengeluh.
Karenanya, Asep mendesak agar Pemerintah Kecamatan Rengasdengklok bisa bersikap kautan dengan perizinan guna menyelamatkan pedagang tradisional. Apalagi, tak lama lagi lebaran akan segera tiba. "Seharusnya kecamatan mempertimbangkan dampak kemunculan pasar dadakan ini bagi kami pedagang di pasar tradisional. Apalagi ini momentum hari raya, omzet jelas menjadi sangat penting bagi kami,"tandasnya lagi.
Sementara itu Camat Rengasdengklok, Asep Wahyu Suherman, tatkala dikonfirmasi awak media, berkelit bahwa persoalan pasar dadakan di terminal tersebut merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. "Perizinan tempat itu, setahu saya, sudah diberikan oleh Dishubkominfo. Makanya kalau memang sudah memiliki izin, saya pikir tidak jadi soal," kata camat menjawab.(fah)
Baca SelengkapnyaTerminal Dengklok Berubah Jadi Pasar

Moral Pejabat Harus Dijaga

RENGASDENGKLOK,Suara Karawang- Hebohnya pemberitaan yang menyebutkan adanya perbuatan tidak terpuji yang dilakukan pejabat di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyulut reaksi beragam kalangan. Tindakan yang mencoreng nama institusi itu dinilai sudah diluar batas dan memerlukan perhatian serius. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Karawang, diharapkan gesit dan segera memberikan sanksi agar dapat dijadikan pelajaran bagi pejabat yang lain.
Hilman Tamimi, dari GeSuara Karawangn Mahasiswa Karawang Utara (Gemaku), meminta agar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) segera menindak tegas oknum pejabat disdik yang kedapatan melakukan perbuatan tercela di bulan Ramadan. "Sekalipun bukan bulan puasa, jelas tindakan itu merupakan tindakan tidak bermoral serta memalukan institusi pendidikan. Saya pikir BKD harus segera memberikan sanksi,"desak dia.
Perbuatan itu, tandasnya, jelas bertentangan dengan norma maupun kaidah-kaidah kepegawaian. Sehingga, jika tidak diberikan sanksi, bukan tidak mungkin, makin banyak pejabat yang berani melakukan tindakan tercela dan semena-mena. "Kita lihat saja, apakah BKD berani memberikan sanksi. Ini pertaruhan BKD didepan ribuan pegawai. Kalau tidak, BKD hanya jadi macan ompong dan pejabat nakal bisa saja menganggap remeh BKD. Makanya kalau tidak tegas, BKD bisa dilecehkan," katanya berpendapat.
Ia juga menghimbau agar kepada para pejabat yang diberi tanggungjawab posisi dan jabatan dapan menjaganya dengan baik. "Posisi, pangkat dan jabatan itu kan titipan. Amanah yang harus dijalankan sebaiknya. Kalau dari tingkat paling kecil saja sudah berani berkhianat, apalagi nanti jika dia diberi kewenangan lebih besar,"tutupnya. (fah)
Baca SelengkapnyaMoral Pejabat Harus Dijaga

27 Juni 2014

Pembangunan Kantor Camat Jayakerta Mangkrak

- Pemkab Diminta Turun Tangan

JAYAKERTA,SK- Pembangunan gedung kantor Kecamatan Jayakerta sudah sekian lama terbengkalai. Bangunan yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang tahun anggaran 2013. Bahkan hingga kini belum ada tanda-tanda pengerjaan itu akan dilanjutkan oleh pemborong. Lemahnya pengawasan dari cipta karya dan seleksi pemborong yang terkesan asal dianggap menjadi biang keladi.
Sebagaimana diketahui, proyek pengerjaan gedung Kecamatan Jayakerta sudah 7 bulan terakhir tak jua rampung dikerjakan. Bahkan hingga kini belum ada tanda tanda pengerjaan oleh pemborong akan dilanjutkan. Padahal seharusnya, proyek itu harus sudah selesai dalam jangka waktu 3 bulan sesuai dengan tanggal pengerjaan. "Seharusnya pembangunan gedung kantor kecamatan ini sudah rampung dari dulu, sepertinya, ada pola komunikasi dengan pemborong yang tidak terjalin dengan baik," kata Rian Khikhayatullah, aktivis Poros Transaparansi (Portas).
Senada diungkapkan Darmawan, warga Jayakerta lainnya. Menurut dia, tidak selesainya pengerjaan gedung kantor berpengaruh besar terhadap pelayanan masyaSKt. "Bagaimanapun lingkungan kerja pelayanan warga ini kan harus baik, bagus dan nyaman. Sehingga para pekerja pun melayani kami dengan baik. Begitu juga sebaliknya, kami ikut nyaman kalau mereka juga nyaman dalam bekerja," Darmawan berujar.
Sementara itu, salah satu tokoh masyaSKt setempat, Suherman yang biasa dipanggil kang Maman mengatakan, pengawasan dinas cipta karya dalam proyek tersebut sangatlah minim. "Terbengkalainya gedung kantor Kecamatan Jayakerta karena pola pengawasannya sangat rendah. Pemilihan kontraktor perlu dilakukan lebih selektif lagi, agar tidak terulang kembali kejadian seperti ini," kata dia menyarankan.
Maman berharap, pemeritah terkait harus segera turun langsung dan melakukan kroscek ke Jayakerta untuk menghindari tudingan miring dari masyaSKt. (fah)
Baca SelengkapnyaPembangunan Kantor Camat Jayakerta Mangkrak

DPT Meningkat, TPS Menyusut

RENGASDENGKLOK,SK- Daftar Pemilih Tetap (DPT) mengalami kenaikan jumlah pemilih dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014, dibanding Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg). Hal tersebut mengakibatkan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar diseluruh Kecamatan Rengasdengklok akan berkurang signifikan.
Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Rengasdengklok, Juanda mengungkapkan, bahwa untuk jumlah daftar pemilih tetap untuk pilpres ada penambahan. Pada saat pileg, total DPT untuk Rengasdengklok berjumlah 82.134 kini menjadi 83.578 hak pilih, jadi penambahannya 1.444 hak pilih. �Iya memang benar ada pengurangan yang sangat jauh hampir 1.444 orang, yang berbeda saat pileg kemarin,� ungkapnya di saat rapat bersama para anggota PPS, Kamis (26/05).
Lebih lanjut Juanda mengatakan, bahwa untuk pelaksanaan pilpres ini ada pengurangan jumlah TPS di masing-masing wilayah, yakni Rengasdengklok Selatan 29 TPS, Rengasdengklok Utara 23 TPS, Kertasari 13 TPS. �Dan untuk Dewisari 10 TPS, Amansari 14 TPS, Kalangsurya 10 TPS, Karyasari 19 TPS, Kalangsari 15 TPS dan Dukuh karya 6 TPS, jadi total TPS yg ada di kecamatan Rengasdengklok berjumlah 139 TPS dengan total DPT 83.578 jiwa,� paparnya.
Ia juga memaparkan, untuk saat ini, hanya DPT serta logistik surat suara saja yang diberikan dari KPU Kabupaten Karawang. �Untuk Logistik yang lainnya tidak tahu kapan diberikan, tapi yang penting untuk sementara kita mengetahui jumlah daftar pemilih Rengasdengklok,� jelasnya.
Adanya pertambahan DPT tersebut, karena Daftar Pemilih Khusus (DPK) yang dulu pileg, kini masuk atau sudah terdaftar ke DPT, Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKT) pada pileg lalu juga sudah terdaftar di DPT pilpres. �Selain itu banyaknya pemilih pemula yang mencapai usia 17 tahun, dan ada pula yang sudah kawin/nikah dibawah usia 17 tahun,� tegasnya.
Selanjutnya, Juanda berharap, agar tahapan Pilpres tahun 2014 ini dapat terlaksana dengan lancar, sukses dan aman. Pihaknya akan melakukan evaluasi, agar beberapa kendala yang ditemukan pada pileg lalu tak terjadi lagi pada penyelenggaraan pilpres nanti. �Kita optimis pemilih dan partisipasi masyaSKt akan tinggi pada Pilpres ini, karena mengingat antusias masyaSKt yang sangat besar. Oleh karena itu, kita juga mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh pihak, dalam upaya menyukseskan pesta demokrasi demi kemajuan Bangsa Indonesia ke depan,� pungkasnya.(fah)

Data TPS di Rengasdengklok
1. Rengasdengklok Selatan 29 TPS
2. Rengasdengklok Utara 23 TPS
3. Kertasari 13 TPS
4. Dewisari 10 TPS
5. Amansari 14 TPS
6. Kalangsurya 10 TPS
7. Karyasari 19 TPS
8. Kalangsari 15 TPS
9. Dukuh Karya 6 TPS
Baca SelengkapnyaDPT Meningkat, TPS Menyusut

Jelang Ramadan, Satpol PP Segera Gelar Razia Pekat

RENGASDENGKLOK,SK- Jelang bulan puasa yang segera tiba, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rengasdengklok bergegas melakukan cipta kondisi dengan berkoordinasi bersama Kepolisian dan TNI. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi gangguan keamanan serta menjaga kekhusukan selama ibadah puasa berlangsung.
Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kecamatan Rengasdengklok, Wahyudin mengatakan, ia beserta institusinya tengah melakukan upaya pencegahan dan pengamanan situasi serta kondusifitas lingkungan. "Kami sekarang sedang merencakan untuk melakukan kegiatan penertiban tempat prostitusi, miras, petasan, maupun geng-geng motor dalam rangka cipta kondisi menjelang bulan Ramadhan," kata dia menjelaskan.
Kegiatan penertiban sendiri, akan dilaksanakan tak lama lagi. Hanya saja ia menolak dengan tegas kapan waktu pelaksanaanya. "Kalau disebutkan nanti bocor dong, operasi dan terget-target kita bisa pada kabur," selorohnya.
Hanya saja, ia menjelaskan, secara keseluruhan, petugas yang ada di bawah pimpinanya, siap menjalankan tugas manakala perintah sudah diturunkan. "Kita punya 13 personil di Dengklok. Tentu dalam pelaksanaanya, kami akan berkoordinasi dengan polisi dan TNI. Bahkan, Satpol PP Kabupaten pun bisa saja diikutsertakan kalau memang kita minta," kata Wahyu.
Ia juga menghimbau, agar seluruh elemen masyaSKt di Rengasdengklok bersama-sama menjaga situasi jelang Ramadan. "Dihimbau kepada remaja, pemuda-pemuda untuk membantu terciptanya kondusifitas, nyaman dan tertib di Rengasdengklok bagi warga yang akan menjalankan puasa di Rengasdengklok," pungkasnya.(fah)
Baca SelengkapnyaJelang Ramadan, Satpol PP Segera Gelar Razia Pekat

26 Juni 2014

Rehab SMPN 1 Dengklok Sesuai Aturan

Kepsek: Pembangunan Dilakukan Secara Transparan

RENGASDENGKLOK,SK- Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Rengasdengklok membantah tegas jika dirinya tidak transparan dalam melakukan rehab pembangunan gedung sekolah. Menurut dia, juklak dan juknis yang sudah dia pegang menjadi pedoman untuk melaksanakan rehab 3 kelas di sekolahnya itu. Dia juga menegaskan bahwa ia sudah melaksanakan hal-hal teknis yang berkaitan dengan rehab itu secara mendetail.
Menurut Titut Hartadi, Kepala SMPN 1 Rengasdengklok menjelaskan, bahwa dalam pengerjaan rehab itu dia sangat memperhatikan juklak-juklis yang sudah dia pegang. �Jadi perlu saya klarifikasi hal itu. Pertama soal papan proyek yang disebutkan tidak ada, padahal disana sudah kami pasang sebagai sumber informasi kepada masyaSKt kaitan dengan proyek rehab tersebut. Sehingga, apa yang disebutkan tidaklah benar,� kata dia menegaskan.
Dalam papan proyek tersebut disebutkan, bahwa anggaran rehab gedung SMP sebanyak 3 lokal itu mencapai angka Rp 135 juta. �Per kelas menghabiskan anggaran Rp 45juta rupiah. Disana sudah lengkap dijelaskan secara mendetail. Kemudian soal bentuk rehab, perlu diketahui juga bahwa dalam perehaban itu ada yang namanya rehab ringan, sedang dan berat. Sekolah kami sendiri masuk dalam kategori rehab sedang,� sambungnya lagi.
Ia lantas menjelaskan definisi rehab. Menurutnya jika bahan material masih bisa bertahan 5 tahun artinya masih bisa dipakai. �Sedangkan material yang membahayakan jelas saja kita ganti. Karena khawatir membahayakan keselamatan para siswa jika tak jua diganti. Dalam perehaban ini semua yang rusak-rusak kami ganti, seperti keramik semua juga kita ganti, daun pintu dan kusen-kusen pun kita ganti,� sambung Titut lagi.
Titut juga tegas membantah, bahwa dia hanya menurunkan genteng saja. Sebab, dalam kenyataannya, didapati genting yang sudah rusak dan pecah. �Kemudian perlu diluruskan soal genteng yang disebutkan cuma diturunkan lalu dicat saja. Justru kami mendapati sebagian besar genteng itu rusak dan pecah sehingga kita turunkan dan kita ganti,� tukas lagi.
Pria berkacamata ini juga menjamin, bahwa dalam memimpin sekolah dia tidak pernah bermain-main dan selalu serius. �Transparansi pun sudah kita jalankan sesuai dengan juklak juknis. Karena bagaimanapun, saya ingin dan berupaya agar SMP ini berkembang dan citranya membaik. Jabatan ini hanya amanah, sehingga saya harus menunaikannya sebaik mungkin,� kata dia.
Dia lantas menyebutkan bahwa jika melihat kondisi riil sekolah saat ini sejatinya lebih baik. Dahulu para siswa di sekolah itu sering kali tawuran,. �Setelah saya kesini tawuran itu bisa saya minimalisir. Itulah salah satu indikator penting bahwa saya sangat serius mengelola sekolah ini. Tak hanya itu, dibidang akademik pun demikian. Setiap kegiatan juga kita selalu berprestasi. Sudah  lebih dari dari 50 tropi yang didapatkan dari seluruh cabang ekstrakuliker yang ada, seperti futsal, basket, paskibra, karate, taekwondo, hampir semuanya kita bisa berprestasi, mulai juara 1 tingkat kabupaten, juara 3 tingkat provinsi. Tak hanya taekwondo, kita juga paling banyak berprestasi dibidang lain seperti basket, paskibra  dan hampir setiap event kita selalu berprestasi,� tutup Titut. (fah)
Baca SelengkapnyaRehab SMPN 1 Dengklok Sesuai Aturan

10 Siswa PAUD Garuda Diwisuda

RENGASDENGKLOK,SK- Acara pelepasan  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Garuda yang berlokasi di Dusun Blok Kraton,  Desa Rengasdengklok Selatan berlangsung meriah. Lembaga ini mewisuda kurang lebih 10 orang siswa. Acara wisuda tersebut dihadiri langsung oleh, Emay Ahmad Maehi S.Ag  selaku ketua Yayasan, Laela Badriyah selaku pengelola, Bani Putra Hayati selaku Ketua PAUD, serta para tenaga pendidik, dan orang tua siswa.
Emay Ahmad Maehi dalam sambutanya mengatakan, PAUD walaupun bukan suatu prasyarat dalam memasuki jenjang pendidikan dasar, namun jika dilihat dari kacamata kemanfaatannya, sudah seharusnya PAUD dijadikan sebagai suatu lembaga khusus sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. �Mereka ini anak-anak cerdas yang penuh semangat sudah siap duduk di bangku sekolah dasar (SD). Mereka diwisuda berarti siap melanjutkan sekolah. Wisuda ini merupakan media untuk menggugah pemerintah, orang tua dan masyaSKt agar terus membangun pendidikan di wilayah ini dan nanti kita akan berusaha untuk menaikan gaji tanaga pendidik, selain itu dalam penerimaan murid baru akan di pasang spanduk di jalan-jalan,� kata dia.
Selain itu dirinya menyampaikan, akan lebih mudah mendidik anak yang sudah terdidik daripada mendidik anak yang tidak atau belum tersentuh dengan layanan pendidikan.
Laela Badriyah, Kepala PAUD Garuda menjelaskan, pelaksanaan wisuda tahun pelajaran 2013/2014 sengaja di kemas dalam berbagai atraksi seni budaya Sunda dari para peserta didiknya. �Tujuannya, selain untuk melepas siswa yang akan masuk SD, juga mengenalkan dan memperlihatkan kemampuan putra-putri peserta didik kami dalam bakat seni dan budaya. Kami menampilkan tari Si Lengser ,tari Gatik cipden, Tari manuk dadali, tari halo dangdut, tari ampar ampar pisan, dan Tari cesar,� tandas Laela badriyah di sela-sela acara yang berlangsung di di halaman sekolah.
Masih menurut dia, pada tahun pelajaran 2013 / 2014 ini Akhirussanah PAUD Garuda mewisuda kurang lebih sebanyak 10 peserta didik. Acara tersebut di hadiri oleh orang tua dan wali murid. 
Salah seorang orang tua peserta didik PAUD, Garuda Tati (42), mengaku bangga atas hasil pendidikan yang dicapai oleh anaknya melalui PAUD tersebut. �Sebagai orang tua, tentu kami bangga, artinya betapa pentingnya pengaruh PAUD dalam membangun Karakter dan kepribadian anak,� ujarnya.
Kebanggaan itu muncul, kata dia, ketika hal-hal bersikap positif mampu dilakukan oleh anak seusia tiga tahun. Sebab, anak tersebut sudah mampu melafalkan doa, menyanyi, menari, maupun memainkan seni drama dengan ekspresi yang baik.
Berbagai sumber menjelaskan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggaSKn bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun. PAUD pada dasarnya berkembang dalam lingkungan yang sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai filosofi dan religius dimana dia bertumbuh berkembang seperti faktor agama, budaya, adat istiadat, dan sosial. (fah)
Baca Selengkapnya10 Siswa PAUD Garuda Diwisuda

Peran Aktif Perempuan Perlu Ditingkatkan

RENGASDENGKLOK,SK- Pentingnya peran aktif perempuan dalam membangun bangsa dan negara khususnya kabupaten Karawang hingga saat ini dirasa masih kurang signifikan. Selain karena kultur yang sudah terbangun dalam pandangan masyaSKt awam yang mengangap bahwa perempuan merupakan mahluk �kedua� di bawah laki-laki. Sehingga peran perempuan dinilai semakin terkikis akibat pandangan tersebut. Padahal, selain faktor perbedaan fisik, diluar itu semua laki-laki dan wanita setara.
Namun menurut Riana Kurniana (25), warga Dusun Bojong, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok menuturkan, selain faktor kultur yang sudah terbangun selama ini, hal tersebut juga akibat dari kurangnya pemahaman yang utuh akan tugas perempuan dalam konteks pembangunan dan partisipasi politiknya. �Wanita sekarang terjebak semboyan �tiang wingking� alias orang yang mengurusi wilayah belakang rumah. Sehingga para wanita cenderung memilih menjadi ibu rumah tangga saja, padahal potensi wanita sangat besar dan sepada dengan laki-laki baik secara tugas maupun hak-haknya, termasuk partisipasi politik,� tandasnya.
Srikandi Rengasdengklok tersebut juga berpandangan akan pentingnya memberi pemahaman yang utuh kepada para perempuan tentang kesetaraan gender dalam dunia yang semakin maju dan berkembang saat ini. Disinggung mengenai kemampuan fisik dan psikologis yang menjadi pembeda laki-laki dan perempuan dirinya menolak pandangan tersebut. �Pembeda wanita dan laki-laki hanya kodrat, bahwa laki-laki secara fisik berbeda dengan perempuan. Tapi diluar itu semua, tidak ada ukuran pembeda yang jelas bahwa apa yang dilakukan laki-laki tidak bisa dilakukan perempuan,� jelas wanita penggemar berat Rasulullah SAW ini.(fah)
Baca SelengkapnyaPeran Aktif Perempuan Perlu Ditingkatkan