English French Spain Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Bulan Seribu Berkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulan Seribu Berkah. Tampilkan semua postingan

02 Juli 2014

Puasa Bukan Alasan Malas-malasan

KARAWANG, SK - Bulan Ramadan kerap dijadikan alasan menurunnya kinerja dengan dalih menjalankan ibadah puasa. Bahkan tidak sedikit orang yang beralasan lebih cepat kehabisan tenaga karena harus menahan rasa lapar dan haus sejak subuh hingga waktu Maghrib tiba. Selain itu, puasa juga harus menjaga emosi, harus bisa mengontrol diri secara lebih baik.
Namun berbeda apa yang dikerjakan oleh guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) asal Kecamatan Jatisari Karawang Yanti Halida. Menurut dia, sebenarnya ibadah puasa tidak akan menjadi hambatan bagi seseorang untuk tetap bisa bekerja secara optimal dan maksimal selama tidak terpengaruh oleh persepsi dan stigma yang ada, bahwa puasa membuat tubuh menjadi lemas.
"Pada praktiknya dalam dunia kerja, cukup banyak orang yang menjalani ibadah puasa tapi tetap bisa menampilkan performa terbaiknya dalam bekerja. Bahkan kita menjalani ibadah puasa dengan aktifitas kerja yang cukup padat dan harus tetap mampu menjalani pekerjaan dengan baik dan tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk tidak memberikan totalitas dalam bekerja," kata Yanti sat berbincang dengan SK membahas kesibukkannya bekerja dan menjalani ibadah puasa tahun ini, Selasa (1/7).
Menurut wanita yang selalu memakai jilbab ini, seseorang sebenarnya bisa menampilkan performa terbaik dalam bekerja meskipun sedang menjalani ibadah puasa. Dan bisa memulainya dengan beberapa cara semisal mengubah paradigma berpikir  mengenai anggapan bahwa �puasa bikin lemas". Justru seharusnya pemikiran itu menurut Yanti dihilangkan sehingga semangat kerja bisa terus muncul saat bekerja dalam keadaan puasa.
Ia yang saat ini tengah sibuk sebgai panitia PPDB Online di sekolahnya ini mengaku tetap akan melakukan pekerjaannya dengan baik meski sedang berpuasa. "Alhamdulilah walaupun sedikit pusing ngurus PPDB, tapi harus tetap semangat," ujar wanita alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta ini.
Sementara bagi sebagian orang lainnya, bulan Ramadan justru menjadi berkah. Karena, kreatifitas justru diuji pada bulan ini. Buktinya, warga yang tadinya tidak bekerja, pada bulan ini justru dapat berkah. Bisa berjualan makanan dan minuman untuk berbuka. "Kalau bulan puasa justru saya senang, karena bisa jualan," ujar Iis, pedagang makanan musiman di Cikampek.
Beraneka makanan buah tangannya dijajakan dan laris manis pada bulan puasa. Sasarannya tentu umat muslim yang ibadah saum. Sementara pada bulan-bulan biasa, ia hanya ibu rumah tangga biasa. "Biasanya hanya mengandalkan suami. Kalau bulan puasa saya malah banyak kerjaan, menyenangkan," ujarnya. (ega)
Baca SelengkapnyaPuasa Bukan Alasan Malas-malasan

01 Juli 2014

Zakat Fitrah Tahun Ini Rp 25 Ribu

KARAWANG, SK -  Setiap bulan Ramadan umat Islam disamping diperintahkan untuk berpuasa, juga diperintahkan untuk menunaikan zakat fitrah. Hal itu menjadi penting karena dalam ajaran Islam disebutkan, pahala puasa seseorang akan menggantung diantara langit dan bumi jika belum menunaikan zakat fitrah.
Dengan demikian, baik orang kaya maupun miskin, akan berusaha menunaikan zakat fitrah agar puasanya diterima Allah SWT. "Saat rapat PTHBI (Panitia Tetap Hari Besar Islam) kita sudah berkoordinasi dengan Bulog (Badan Urusan Logistik) terkait besaran nominal zakat fitrah," kata Wakil Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Karawang H. Slamet Imam Santoso, kepada SK, kemarin.
Menurutnya, Bulog menawarkan tiga jenis harga beras berdasarkan kualitasnya. Jenis pertama, harga beras per liter Rp 6.000 dikalikan 3,5 liter jadi Rp 21.000. Jenis kedua, harga beras per liter Rp 6.800 dikalikan 3,5 liter jadi Rp. 23.800. Lalu jenis ketiga, harga beras per liter Rp 7.600 dikalikan 3,5 liter jadi Rp  26.600.  "Zakat fitrah itu kan unik tidak seperti zakat penghasilan atau zakat mal. Jika pada zakat mal batasan Muzaki (yang bayar zakat) dan Mustahiq (yang menerima zakat jelas). Pada zakat mal, Muzaki nya pasti mampu karena memiliki harta yang lebih. Tapi pada zakat fitrah, yang bayar tidak hanya yang mampu saja. Yang mestinya menurut ukuran kita dia adalah mustahik tapi dia malah berusaha bayar zakat fitrah," jelasnya.
Slamet menambahkan, ada anggapan di masyaSKt jika tidak bayar zakat fitrah maka puasanya kurang sah. Dengan demikian, yang kurang mampu pun akan berusaha bayar zakat fitrah agar puasanya sah sempurna.
"Dengan alasan tersebut, maka BAZ memutuskan untuk mengambil jenis beras yang kedua, yaitu seharga Rp 23.800. Namun, karena harga dipasaran lebih mahal sedikit dari harga Bulog, maka diputuskan besaran nominal zakat fitrah per orang tahun 2014 sebesar Rp 25.000," jelasnya.(ega)
Baca SelengkapnyaZakat Fitrah Tahun Ini Rp 25 Ribu

30 Juni 2014

Tidak Sekadar Lapar dan Haus

-Buka Puasa Jangan Berlebihan

KARAWANG, SK - Memasuki bulan suci Ramadan 1435 H, umat Islam sedunia, khususnya di Indonesia, senantiasa menyambutnya dengan penuh suka cita. Namun, kadang umat Islam terjebak dalam mengekspresikan suka cita datangnya Ramadan dengan sikap yang berlebihan dan pemborosan.
Sekretaris Umum MUI Karawang Dr. Zaenal Arifin, mengingatkan umat Islam agar betul-betul memaknai ibadah puasa di bulan Ramadan, dengan tidak sekadar menahan lapar dan haus di siang hari.
"Puasa itu secara bahasa kan 'imsak', yang maknanya menahan. Imsak arti syariatnya menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa," kata Zaenal ditemui  di ruang kerjanya di Kampus Unsika belum lama ini.
Namun, lanjut Zaenal, puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga seluruh anggota badan yang mestinya ikut puasa. "Mata kita jangan sampai melihat yang menimbulkan syahwat, mulut jangan suka ghibah, telinga jangan dipakai menguping aib orang lain. Kalau puasa kita hanya sekadar menahan lapar dan haus, namun tidak menjaga seluruh anggota badan dari hal-hal yang tidak berguna, maka puasa kita seperti puasa anak TK," katanya.
Kebiasaan lain, lanjut Zaenal, yang sering dilakukan sebagian umat Islam saat berpuasa ialah berlebih-lebihan ketika berpuka puasa. Segala jenis makanan dan minuman tersedia di meja hidangan. "Sikap 'israf' atau berlebih-lebihan dalam Islam sangat dilarang, apalagi saat bulan puasa. Ada orang yang biasanya saat tidak puasa di siang hari dia hanya makan satu mangkok bakso, tapi saat dia buka puasa makan tiga mangkok bakso sekaligus untuk balas dendam. Puasa seperti ini namanya puasa balas dendam," ujarnya sambil tertawa.
Ibadah puasa, kata Zaenal, harus melahirkan sikap hidup sederhana dan efisien dalam konsumsi sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Selain itu, sikap konsumsi yang berlebihan menjelang Ramadan, seperti menghidangkan menu berlebihan saat sahur dan berbuka, dapat memicu tingginya inflasi yang pada akhirnya dapat menyengsaSKn saudara kita yang kemampuan daya belinya rendah.
"Kami dapat surat edaran dari Bupati Karawang yang isinya upaya pencegahan inflasi saat bulan Ramadan. Bupati meminta kepada kami selaku para ulama agar melakukan pembinaan akhlak kepada umat Islam, supaya tidak berlaku berlebihan-lebihan saat bulan puasa," tegas Zaenal.
Zaenal menghimbau, agar umat Islam membelanjakan hartanya di jalan Allah, seperti melaksanakan zakat, infak dan shadaqah dari pada melakukan pemborosan dan berlebih-lebihan.(ega)
Baca SelengkapnyaTidak Sekadar Lapar dan Haus

Bulan Puasa Harus Lebih Produktif

KARAWANG, SK - Puasa bukan merupakan ajang untuk bermalas-malasan dalam bekerja atau melakukan rutinitas lainnya. Justru puasa harus dijadikan momen agar kita lebih produktif mengerjakan segala sesuatu. Hal itu diungkapkan Yosep, guru SDN 2 Lemah Karya saat berbincang dengan SK.
Yosep mengatakan, pada saat bulan Ramadan memang sering kali ada orang merasa malas, jenuh, dan bosan. Menurutnya, itu terjadi karena mereka enggan menahan rasa penat dan rasa kepayahan saat berpuasa. Mereka berpikiran puasa itu identik dengan istirahat.  "Saat berpuasa tuh kita harusnya lebih produktif lagi. Baik itu produktif dalam hal beribadah maupun dalam kehidupan sehari-hari," kata Yosep.
Ia menyarankan puasa itu seharusnya menyibukkan diri alias harus produktif. Baik itu beribadah ataupun dalam kegiatan sehari-hari, misalnya bekerja. Karena dengan menyibukkan diri saat berpuasa, kita bisa terhindar dari hal-hal yang negatif. "Dan yang paling enak adalah kita tak akan merasa berjalannya waktu. Tau-tahu udah Zuhur, terus lanjut kerja lagi tau dah Ashar. Terus ga lama lagi Maghrib. Dan kalau kita produktif saat puasa, puasa kita ga sia," imbuhnya.
Selain itu, menurut Yosep, puasa seharusnya bisa mendidik kita untuk lebih survive dan kuat. Bukan cuma daya tahan tubuh saja yang lebih kuat. Tapi daya tahan nafsu kita juga diuji. Ia menceritakan, dahulu saat peperangan di zaman Rasulullah, kemenangan-kemenangan besar malah terjadi saat bulan Ramadan. "Kita sekarang yang hanya menjalani aktivitas biasa dan bukan perang pastinya, kenapa tidak bisa menang juga. Menang untuk mengatasi rasa malas, loyo, dan sedih, agar kita lebih produktif saat Ramadan. Jangan berlindung di bawah kata aku sedang puasa sebagai alasan untuk bermalasan," ajak Yosep.(ega)
Baca SelengkapnyaBulan Puasa Harus Lebih Produktif